Jakarta - Yang perlu diperhatikan generasi milenial, manusia tak akan selamanya berada di usia produktif. Selagi masih sanggup bekerja keras mencari uang, masa produktif harus dimanfaatkan agar tak terlewat dan merugi di masa tua.

Pada rentan usia 25 hingga 32 tahun seseorang harusnya sudah mulai memikirkan masa depan seperti membeli rumah.

Hal tersebut diungkapkan, Country General Manager rumah123, Ignatius Untung. Menurut dia, kebutuhan akan hunian seharusnya sudah menjadi prioritas saat ini selagi usia masih mampu untuk diajak bekerja keras.

"Amannya itu rentang usia 25 sampai 32 tahun, kalau lebih dari itu sudah enggak bagus," ujar dia di kantornya, Jakarta Rabu, (20/12/2017).

Untung menjelaskan, harga aset properti atau hunian setiap tahun akan semakin naik. Generasi milenial yang saat ini lebih memilih untuk tinggal di apartemen baiknya kembali berfikir ulang. 

Pasalnya investasi yang lebih menguntungkan, menurut Untung yaitu rumah tapak yang harganya akan terus meningkat seiring kebutuhan hunian yang semakin tinggi.

"Kalau apartemen itu hanya 40-50 tahun, investasi yang benar-benar itu ya rumah tapak. Kalau apartemen kita seperti bayar sewa semua dimuka saja," ujar dia.

Untung menambahkan, pentingnya generasi milienial membeli rumah sejak dini, adalah karena di masa depan akan semakin banyak kebutuhan seiring bertambahnya usia, menikah, hingga memiliki anak.

Bila rumah tak jadi prioritas saat ini, bukan tidak mungkin generasi milenial tak memiliki rumah seumur hidupnya karena sudah lebih banyak kebutuhan hidup yang sudah menunggu di masa depan.

"Tiga tahun setelah akad kredit itu bisa dikatakan aman untuk menikah, baiknya sedini mungkin tapi tiga tahun juga sudah cukup," papar dia.(dna/dna)

 

Sumber: Milenial! Jangan Tunda Lagi Beli Rumah

https://finance.detik.com/properti/d-3778914/milenial-jangan-tunda-lagi-beli-rumah